Situs Matesih : Benda Peninggalan Prasejarah di Karang Anyar

SITUS MATESIH


      

Situs Matesih terletak di Dukuh Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Terletak pada ketinggian kurang lebih 500 mdpl di area persawahan dan dilewati sungai samin. Berada di jalan raya menuju Tawang Mangu. Watu kadang sebutan yang diberikan oleh penduduk di Kecamatan Matesih untuk benda kepurbakalaan yang berbentuk `susunan` batu besar. Batu-batu monolit  yang diatur dengan posisi berdiri dan atau miring, berdenah segi empat atau melingkar, bentuknya mirip  kandang berukuran ada yang besar diameternya mencapai 150 cm dan yang kecil diameternya kurang dari 150 cm. Situs  Watu Kandang Matesih merupakan bangunan temu gelang (stone enclosure) yaitu kelompok batu atau menhir yang dibentuk dalam formasi temu gelang. Hasil penelitian pada kelompok watu kandang Matesih menghasilkan temuan manik – manik, fragmen besi, keramik lokal, dan kramik asing. Selain itu juga ditemukan jenis kepurbakalaan berupa watu  dakon, watu kursen,dan watu wedok. Semua temuan tersebut menunjukan perkembangan budaya megalitik masa perundagian atau akhir prasejarah.Seluruh kelompok watu kandang Matesih berorientasi ke puncak bukit dan gunung yang berada di sebelah timur, yaitu bukit Bangun, bukit Malang, dan Gunung Lawu.



    Pada masa perundagian terdapat kepercayaan bahwa puncak – puncak gunung atau bukit merupakan dunia arwah. Tempat seperti itu merupakan tujuan bagi arwah yang telah meninggal sehingga dianggap suci. Kepercayaan bahwa gunung  sebagai tempat suci terus berkembang sampai periode selanjutnya yaitu masa klasik atau pengaruh hindu buddha di Indonesia abad IV – XV Masehi. Dalam periode klasik ini gunung dianggap tempat bersemayam para dewa.

    Pada tahun 1967 Drs. Soekanto dari LPPN melaporkan temuan  situs Ngasinan. Tanggal 23 Desember 1967 LPPN melakukan pemeriksaan terhadap situs tersenbut dan terbuki kebenaranya. Dilakukan pemetaan, penggambaran, pemotretan, survei, dan ekskavasi pada Juli 1968 oleh LPPN. Pada 1969 di bulan Agustus dilakukan ekskaavasi dan ditemukan manik manik dan pecahan gerabah. Dilanjutkan penelitian kembali  yang menghasilkan fragmen gerabah, manik – manik, fragmen kramik cina dari abad ke XII M, arang , fragmen besi, dan lempengan emas melalui proyek penelitiaan dan penggalian purbakala DIY.


    Peninggalan prasejarah di  Kecamatan Matesih yang tepatnya berada di Dukuh Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah merupakan peninggalan masa megalitikum yang berbentuk batuan dengan formasi temu gelang. Peninggalan situs batuan Matesih dipercaya masayarakat setempat akan adanya kehidupan setelah kematian.


Sumber :

BPCB Jateng.2015.Situs Watu Kadang Matesih. URL : https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/1404/ . Diakses pada 4  Oktober  2021.

Wikipedia.2013.Prasejarah.URL : https://id.m.wikipedia.org/wiki/prasejarah . Diakses pada 4 Oktober 2021.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Danyang Tiga Penjaga Desa Mupusan Sukoharjo